Faith Is a Worldview, Not a Menu Item
Mengapa iman hidup di setiap spektrum, bukan dijadikan kategori kelima.
Sudah lama aku menolak menulis iman sebagai salah satu item di daftar menu.
Bukan karena ia tidak penting — justru sebaliknya. Ia tidak bisa dimasukkan ke satu kotak karena ia adalah lensa yang dipakai untuk membaca seluruh hidup.
Iman muncul saat aku melayani lewat musik gereja (CREATIVITY). Ia muncul saat aku memilih membangun sistem yang jujur dan melayani (TECHNOLOGY). Ia muncul saat aku memperlakukan alam sebagai sesuatu untuk dijaga, bukan dieksploitasi (NATURE). Dan ia paling terasa di LIFE — dalam keluarga, pelayanan, dan cara aku menjadi.
Karena itu di situs ini tidak ada tab "Faith" yang terpisah. Iman adalah benang yang merajut keempat sungai menjadi satu kesatuan.